sepenggal narasi yang kau diskripsikan tentang jualan mimpi-mimpi masa depan gaungnya bertubi-tubi berkepanjangan membangun peradaban di antara pertentangan silang sengketa yang tak pernah usai jualan narasi tak pernah dianggap basi siapa berani memulai seperti berlari meneriakkan mimpi-mimpi menarasikan diksi-diksi jualan kata tiap hari, tiada henti